Cahaya Di Atas Cahaya
Wednesday, October 18, 2006
BU GURU SAYANG KALIAN SEMUA
Bu Ratna, ini Hanna. Hanna minta maaf kalau ada salah. Bu Ratna ngajar lagi dong...soalnya Hanna kangen sama Bu Ratna....Bu Ratna maafin Hanna ya..Hanna pidah dari kelompok Bu Ratna. Tapi harusnya jangan pindah, kan biasanya Bu Ratna sering ngobrol sama gurutahfidz.

Hanna, Nuril, Naila, Nisrina, dan Muti, kangen sama bu Ratna. Bu Ratna jangan lupain Hanna, Nuril, Naila, Nisrina dan Muti ya....

Maafin Hanna ya....

Hp Hanna, tapi sms aja ya....jangan nelfon....o8521366......


Bu Ratna kesini dong..kita sudah kangen nih, kita sudah sabaran ketemu sama Bu Ratna. Bu, kita semua gak mau diajarin sama Pak ___________ karena Pak ________ gak pernah setia sama muridnya, trus gak pernah main dan gak perhatian sama murid-murid. Sampe-sampe kita pernah nagis gara-gara Pak _______. Bu, kita gak betah kalau gurunya Pak __________. Kita tahu ibu sendiri yang mau pindah. Tapi jangan waktu liburan. Kita belum tahu. Bu, kita minta maaf kalau kita salah. Kami nyadar kalau kita salah tapi Ibu maafin kita.

Bu kalau mau Ke Rumah
Naila


................................Bu Ratna kita kangen nih, mangkanya Bu Ratna sering sering ya main ke _____________. Mudah-mudahan Bu Ratna selalu ingat sama kita. Inget Muti ya... Bu Ratna sekarang Nuril sudah tidak jalan-jalan lagi. Ya udah ya Bu Ratna. Da..da i love you Bu Ratna

Mutia


Assalamu'alaikum bu Ratna masih inget nggak sama kita. Bu Ratna ini Fathonah anak murid bu Ratna. Aku kangen banget...sama bu Ratna. Bu Ratna suka datang dong ke _______. Kelompok bu Ratna kangen banget deh sama bu Ratna. Ayo dong ke ________. Bu Ratna tanggal berapa kesini? kasi tau ke kita ya. Kalau ibu kesini kita kasih hadiah/surprise deh bu..

Bu, tolong di balas ya. Kirim aja ke Pak _______

Wassalamu'alaikum bu..
dari kelompok bu Ratna
Nisrina Muthmainnah Sarah
Naila Fathonah Annisa Salam Manis Selalu



Wuah..nggak nyangka...ternyata aku juga kangen sama mereka. Tiar, Sarah, Nisrina, Nuril, Nabila, Naila, Muthmainnah, Fathonah, Annisa..dan semuanya...
Anak-anak...bu Ratna sayang kalian semua..... Semoga Allah mempertemukan kita kembali suatu hari nanti. Jangan lupa ma Ibu ya.....


posted by Cahaya Di Atas Cahaya @ 2:47 AM   0 comments
Tuesday, October 17, 2006
SEMUA ATAS KEHENDAK ALLAH
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabaarakatuh

Alhamdulillah masih diberikan kesempatan bertemu dengan sahabat semua. Alhamdulillah masih diberikan kesempatan oleh Yang Maha Kuasa mengisi hari-hari Ramadhan yang nilainya dilipatgandakan sampai tujuh ratus kali lipat. Ya Allah.....terimalah ibadah hamba, rukuk dan sujud hamba. Ya Allah....hamba mohon keridhoan Mu dan pertemukanlah hamba kembali dengan Ramadhan tahun depan.

Seminggu sebelum bulan yang penuh keberkahan ini datang, malam ahad, aku dikejutkan dengan sms dari teman. "Mba, adiknya Herna meninggal dunia". Herna teman mengajarku. "Padahal mba....nggak denger deh sakit apa, lagipula, pagi tadi masih sama-sama kita pawai Tarhib Ramadhan." "Ya...umur siapa yang tau...Tidak ada yang dapat memajukan atau memundurkan ajal bila memang telah tiba waktunya", ucapku dalam hati.
Pagi-pagi, tanggal 17 September 2006, sebelum berangkat mengajar, aku sempatkan diri untuk Ta'ziyah ke rumah duka. Suasana haru begitu terasa...hening......Kutemui Herna, sang Kakak..kutanyakan perihal sang adik. Menurut keterangannya, memang tidak ada tanda-tanda. Sepulang tarhib Ramadhan bersama anak-anak, ia pulang istirahat sebentar, shalat dzuhur, menyelesaikan beberapa tugas. Bahkan masih sempat bercanda dengan si kecil anak seorang ustadzah yang tinggal di sebelah rumahnya. Selesai menunaikan shalat ashar, masuk kamar sambil "rebahan" dengerin murottal. Ketika tiba waktu maghrib, ternyata Allah telah memanggilnya. Innalillahi Wa inna Ilaihi Rooji'uun. Semua Atas Kehendak Allah

Tanggal 23 Ramadhan 2006, sehari sebelum bulan penuh berkah ini datang. Seperti biasa, aku bersiap untuk berangkat ke tempat tugas. Tidak seperti hari hari biasanya, aku berangkat agak siang. "Hari sabtu ini...", pikirku. Ditambah lagi, memang hari itu tidak ada kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Hanya akan ada beberapa anak saja yang datang untuk remedial. Aku telusuri jalan kalimalang yang kadang membosankan. Terusss.....jatiwaringin....masuk gang kecil, jalan tembus. Selain lebih cepat sekalian ngirit bensin. Lumayan…. Keluar jalan tembus. Aman. Aku memang jalan agak santai. Sambil menikmati udara pagi dan jalan yang masih sepi. Jarang-jarang loh suasana seperti ini. Biasanya.....Subhanalloh... Macetttt. Penuh sama angkot –angkot dan kendaraan pribadi mengantar mereka ke tempat tujuan masing-masing. Sampai dekat tikungan ke arah IQRA', tiba-tiba sebuah sepeda motor dengan barang bawaaan di sebelah kanan dan kirinya masuk menerobos antara motorku dan motor sebelahku. Kena...aku tidak bisa mengendalikan motor yang aku kendarai. Innalillahi wa Inna Ilaihi Rooji’uun. Jatuh deh....Selain luka dibeberapa bagian wajah dan tubuh, baju yang aku kenakan, sepatu sampai tas yang aku bawa sobek. Tadinya,setelah ditolong beberapa orang bapak yang berada di sekitar tempat kejadian, aku ingin melanjutkan perjalanan ke tempat tugas. Sakit dan perih coba tak kurasakan. Maklum....hari terakhir tugas sebelum liburan awal ramadhan. Belum lagi mikir, banyak tugas yang harus diselesaikan menjelang ramadhan ini. Pokoknya harus...
Kupaksakan untuk berdiri dan kembali memegang kendali stang sepeda motor, ku coba menjalankannya. MasyaAllah....stangnya bengkok, spion juga dah nggak ketahuan arahnya. Pikir-pikir, perjalananku masih jauuhh.....kondisi badan lemah....sakit dan pedihnya luka yang tak ingin kurasakan ternyata terasa sekali..apalagi kena tetesan airmata yang jatuh ke wajah. uihhh....perih....nggak boleh nangis nih.....
Akhirnya kuputuskan untuk pulang. Pelan kukendarai motorku sambil menahan sakit. Diperjalanan, aku berpikir, Ramadhan.....besok ramahdan. Bulan yang ditunggu-tunggu. Alhamdulillah ya Allah....Engkau hanya memberikan aku sedikit luka di wajah dan beberapa bagian tubuh. Kalau Engkau mau Ya Allah....Kau bisa melakukan, memberikan aku lebih dari ini...Tak henti-hentinya aku berpikir...seandainya Kau mau Ya Allah,Engkau bisa memanggilku kapan saja. Benar-benar manusia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Subhanalloh....Maha Suci Engkau Ya Allah....Semua Atas KehendakMu.

Jakarta, 25 Ramadhan 1427H
posted by Cahaya Di Atas Cahaya @ 10:50 PM   0 comments
Wednesday, September 20, 2006
SAMBUT RAMADHAN........GAPAI DERAJAT TAQWA.......
posted by Cahaya Di Atas Cahaya @ 12:23 AM   0 comments
Thursday, June 08, 2006
HADIST ARBAIN NO. 5
Ust ARMAN BIN AMRY

"Dari Ummul Mukminin Ummi 'Abdillah 'Aisyah Ra beliau berkata: " Rasulullah SAW berkata :" Barangsiapa mengada-ada sesuatu yang baru dalam urusan agama kami ini, yang tidak kami perintahkan, maka hal itu ditolak". (HR Bukhari dan Muslim, dalam riwayat Muslim :

" Barangsiapa mengerjakan sesuatu pekerjaan yang tidak cocok dengan syara' kami, maka hal itu ditolak". )


I. Kedudukan Hadist

a. Al hafidz Ibnu Hajar dalam Al Fath: Hadist ini termasuk dalm pokok ajaran Islam dan termasuk dalam hadist-hadist kaidah agama.

b. Imam An Nawawi: Hadist ini termasuk yang wajib dihafal oleh setiap muslim dan dipahami untuk membantah kemungkaran-kemungkaran.

c. Imam At Thorqi: Hadist ini dapat dinamakan dengan setengah dari dalilnya agama karena yang dimaksud dengan dalil adalh untuk menetapkan suatu hukum atau menolaknya dan hadist ini merupakan mukaddimah terbesar dalam menetapkan suatu hukum atau menolaknya.

d. Imam Ibnu Rozak: Hadist ini merupakan pokok yang agung dari pokok-pokok agama islam sebagaimana hadist tentang niat. Jika hadist tentang niat dipakai sebagai timbangan dalam seluruh amal-amal bathin sedang hadist "aisyah ini merupakan timbangan bagi seluruh amal-amal yang nampak.

e. Syaikh Muh Nashiruddin Al Albani: hadist ini merupakan kaidah agung dari kaidah kaidah agama islam dan merupakan hadist dari Rasulullah SAW yang pendek lafaznya tetapi memiliki makna yang luas. Hadist ini sangat jelas dalam menolak segala bentuk bid'ah yang diada-ada dalam masalah agama.

II. Tentang 'Aisyah Ra

Beliau adalah anak dari Abu Bakar As Shidq Ra, sahabat, mertua Nabi SAW. Beliau dinikahi NAbi SAW 2 atau 3 tahun sebelum Rasulullah SAW hijrah, ketika beliau berumur 6 tahun. Dan berumah tangga umur 9 tahun, pada tahun I hijrah Nabi SAW. Hikmah Nabi SAW menikahi 'Aisyah Ra adalah karena ia wanita yang cerdas, mudah belajar dan menghafal. 'Aisyah Ra tergolong ulama dari kalangan wanita. Beliau adalah istri Nabi SAW yang paling dicintai, ibunda orang-orang beriman, pasangan Nabi SAW di dunia dan akhirat. ( Istri Nabi SAW berjumlah 11 orang, 2 wafat sebelum Nabi SAW, yaitu Khadijah binti Khuwailid dan Zainab binti Khuzaimah )

III. Ta'rif ( Definisi ) Bid'ah


Perkara yang diada-ada (ditambah atau dikurangi) ----> Muhdast

Para Ulama : " Siapa saja yang mengada-ada dalam agama Islam"

Imam Malik Ra (guru Imam As Syafe'i) :
Barangsiap berbuat bid'ah dalam Islam kemudian ia memandang bahwa hal itu baik maka orang tersebut telah meuduh bahwa Nabi SAW telah berkhianat dalam menyampaikan risalh. Karena Allah SWT berkata dalam QS 5: 3 bahwa agama ini telah sempurna.
Makna sempurna: Ibarat gelas yang penuh terisi air, kemudain ditambah lagi dengan air maka gelas tersebut tentu tidak akn dapt menampung air yang baru. (tertolak)

Imam Asy Syatibi : Bid'ah adalah suatu cara/jalan dalam agama yang diada-ada yang menyelisihi syari'at yang bertjuan dengannya berlebih-lebihan didalam beribadah kepada Allah SWT

Perbedaan Bid'ah dengan maksiyat:

1. Setiap bid'ah sudah pasti maksiyat tetapi tidak sebaliknya.
contoh: Zina atau minum khmar disebut maksiyat dan bukan bid'ah sedangkan shalat tahajud bersama yang di tentukan waktu dan tempatnya pada malam tahun baru atau lainnya adalah bid'ah dan termasuk dalam maksiyat pada Allah SWT.

2. Pelaku bid'ah merusak dirinya, oranglain dan merusak agama. Pelaku maksiyat pada umumnya hanya merusak dirinya dan oranglain, tidak merusak agama.

3. Pelaku bid'ah lebih dicintai Iblis daripada pelaku maksiyat. Sofyan At Tsauri berkata: "Perkara bid'ah lebih dicintai iblis daripada pelaku maksiyar karena pelaku maksiyat sewaktu-waktu akan bertobat pada Allah SWT sedang pelaku maksiyat susah untuk bertobat pada Allah karena menganggap yang dilakukan adalah suatu kebaikan. Tobat pelaku bid'ah tidak diterima sampai ia meninggalkan bid'ahnya.
posted by Cahaya Di Atas Cahaya @ 7:31 AM   3 comments
Thursday, May 18, 2006
CIRI CIRI WANITA PENGHUNI SYURGA
Bogor, 23 April 2006

Mentauhidkan Allah ** Shalat 5 waktu**Berpuasa di bulan Ramadhan**Mengeluarkan zakat, banyak bersedekah**Haji dan Umroh**Ta'at pada suami**Wanita Penyayang**Wanita yang banyak anak**Banyak dan sering bertobat, termasuk minta maaf kepada suami**Wanita yang menuntut ilmu sesuai dengan ketentuan syariat**Sabar ats berbagai macam musibah**Banyak bersyukur terhadap suami**Bersyukur kepada orangtua**Banyak berdzikir**Wanita yang tidak minta di ruqyah**Bertaqwa pada Allah dan berakhlaq mulia**Yang memberi makan orang miskin, sayng dan memelihara anak yatim.
posted by Cahaya Di Atas Cahaya @ 1:21 AM   0 comments
Friday, May 05, 2006
SEBAB SEBAB LAPANGNYA DADA DAN SEHATNYA HATI
Ada sedikit oleh-oleh nih dari dauroh muslimah di Bogor tanggal 22-23 April 2006 yang lalu. Mudahan-mudahan bermanfaat....

Pengobatan yang paling ampuh terhadap penyakit hati dan sempitnya dada adalah dengan cara sebagai berikut:
1. Mengikuti petunjuk, memurnikan tauhid dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah SWT saja, sebagaimana kesesatan dan syirik itu merupakan faktor terbesar bagi sempitnya dada. Sebagaimana Allah perintahkan dalam firmanNya surat Al Bayyinah:5...."
Dan tidaklah kalian diperintahkan kecuali beribad kepada Allah dengan ikhlas,..". Imam Ibnu Qoyyim berkata: " Orang yang mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah maka akan lapan dadanya ".

2. Beriman dengan cahaya iman yang benar, yang di masukkan Allah ke dalam hati hambaNya. Iman harus dipahami sebagaimana pemahaman ahlussunnah, yaitu diucapkan dengan lisan, meyakininya dengan hati, melaksankan dengan anggota tubuh, bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab maksiyat. Salah satu penyubur iman adalah dengan menghadiri majelis-majelis ilmu terutama yang berkenaan dengan syari'at.

3. Mencari ilmu sya'i yang bermanfaat. Dengan bertambah ilmu kita akan bertambah wawasan dan bertambah lapang pula dada kita

4. Bertaubat dan kembali taat kepada Allah, mencintaiNya dengan segenap hati, menghadapkan diri kepadaNya dan menikmati ibadah kepadaNya. Firman Allah SWT dalam QS 24:31.."
Dan bertaubatlah kalian seluruhnya kepada Allah..." dan pula dalam QS At tahrim:8..." Wahai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya,...".
Syarat taubat:
  • Meninggalkan perbuatan dosa
  • Menyesal
  • Berkemauan keras utuk tidak mengulangi dan
  • Mengembalikan hak anak adam apabila dosa tersebut berkenaan dengan anak adam

5. Terus menerus berdzikir kepada Allah. Dzikir mempunyai pengaruh menakjubkan dalam melapangkan dan meluaskan dada. Allah memerintahkan hambaNya untuk berdzikir dengan sebanyak-banyaknya sebagaimana firmannya dalam QS Al Ahzaab:41 " Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya". Dan juga pada ayat 35 surat yang sama, Allah berfirman:"Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, maka Allah telah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang besar".

6. Berbuat baik kepada sesama makhluk. Mereka yang berbuat baik adalah manusia yang paling baik dadanya, paling baik jiwanya dan paling bahagia hatinya. QS Al Qoshosh:28 ".... Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu".

7. Mengeluarkan berbagai kotoran hati dan berbagi sifat tercela yang menyebabkan hatinya menjadi sempit dan tersiksa.

8. Meninggalkan sesuatu yang berlebihan dalam memandang, mendengar, bergaul, makan dan tidur.

9. Melihat kepada orang yang berada di bawah kita dalam masalah rizqi, kesehatan dll agar kita mudah mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita.

10. Menyandarkan hati hanya kepada Allah. Husnudzon pada Allah. Bahwa Allah mengetahui yang terbaik bagi diri kita.

11. Mengetahui gangguan oranglain khususnya ucapan buruk tidak akn memberikan mudharat kepada kita.

12. Mempergauli pasangan dan semua kerabat dengan baik dan menyembunyikan aib.]

13. Berdoa mohon perbaikan dalam segala urusan. " Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang ia merupakan benteng pelindung bagi urusanku. Dan perbaikilah duniaku untukku, yang ia menjadi tempat hidupku. Serta perbaikilah akhiratku yang ia menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah kematian sebagai kebebasan bagiku ddari segala kejahatan." (HR Muslim no.2720 dari Abu Hurairah)

14. Berjihad di jaln Allah

posted by Cahaya Di Atas Cahaya @ 9:10 PM   0 comments
Tuesday, December 28, 2004
JANGAN MALU JADI.....


Guru. Rasanya klo orang ditanya mau jadi apa? jarang terdengar keinginan untuk menjadi seorang guru. Mungkin karena balasan dunia yang tidak seberapa dibandingkan tugas-tugas dan tanggung jawabnya yang begitu besar. Nggak seimbanglah....
Bahkan klo temen-temen di UNJ ( dulu IKIP ) yang notabenenya bakal-bakal calon guru ditanya tentang profesi ini....hm...profesi ini adalah profesi terakhir yang bakal dijalani klo nggak ada peluang profesi lain. Miris memang.....Padahal klo kita telusuri dan kita sadari, profesi guru adalah profesi paling mulia diantara profesi-profesi lainnya. Profesi penerus risalah para nabi. Subhanalloh....!!!!
" Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata ". ( Al-jumuah:2 )
Misi Rosulullah SAW adalah:
1. membacakan ayat-ayat-Nya
2. mensucikan dan
3. mengajarkan kitab dan hikmah ----- yua'llimu
Dalam hadistnya, Rasulullah SAW bersabda: " Sesungguhnya aku diutus sebagai seorang pengajar" ( Innamaa bu'istu mu'alliman )atau dalam hadist lainnya : " Al'ulamaa waratsatul anbiyaa" ( Ulama itu adalah pewaris para Nabi ).
Ulama bukan orang dengan sorban panjang, putih dan besar. Ulama bukanlah seorang yang sudah berkali-kali naik haji dan juga bukan orang yang mendeklarasikan bahwa dirinya adalah ulama. Tapi ulama yang sesungguhnya adalah orang-orang yang berilmu.
Berbanggalah seharusnya mereka-mereka yang dipilih Allah SWT untuk meneruskan risalah Nabi-Nya, menjadi seorang pengajar yang membacakan ayat-ayat-Nya, mensucikan dan mengajarkan kitab dan hikmah. Dengan menggeluti profesi sebagai seorang pengajar atau guru maka berarti mendekati apa yang didapatkan oleh Rasulullah SAW berupa balasan kebaikan yang tiada henti ( wa innaka laajran ghoira mamnuun)
Hadist : " .........putus amal seseorang kecuali 3 hal; harta yang diinfakkan dijalan Allah,ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh"
Bayangkan....kalo seorang guru menyampaikan ilmu yang bermanfaat bagi peserta didiknya, berapa kebaikan yang akan ia peroleh? itu klo satu peserta didik ...bagaimana kalo dua..tiga...empat..sepuluh...dua puluh...seratus..? subhanalloh. Berlipat-lipat ganda. Belum lagi balasan dari kebaikan anak yang sholeh....secara umum anak sholeh...anak siapa saja yang menjadi sholeh melalui didikan seorang guru. Dalam konteks ini, tidak dikatakan anaknya ( waladuhu ) tapi anak ( waladun). Apa artinya? Setiap anak sholeh......subhanalloh.
Begitu banyak keuntungan, laba yang diperoleh memang oleh seorang pendidik. Tapi ingat....balasan sesuai dengan perbuatan, famayya'mal mistqoola dzarratin khairaayyarah, wamayya'mal mistqoola dzarratin syarrayyarah. Dalam menjalani, menekuni profesi sebagai seorang penerus risalah Rosul, ada beberapa hal menjadi syarat; bahwa seorang pendidik juga harus meneladani Rosulullah SAW.
" Sesungguhnya telah ada pada diri Rosullullah itu teladan yang baik yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah ". ( Al-ahzab:21)
Ikhlas....mengharapkan rahmat, ridho Allah Ta'ala. Meluruskan niat menjaga motivasi. Meyakini kedatangan hari akhir dimana setiap amal perbuatan akan dimintai pertanggungjawabannya dan banyak menyebut nama Allah.
So....jangan malu jadi guru. Katakan....saya adalah guru. Saya adalah pendidik.
( jakarta, 11 januari 2004)
disarikan dari tausyiah ust. Hasan Abdul Hasib,Lc
posted by Cahaya Di Atas Cahaya @ 11:02 PM   0 comments
PERKENALAN ITU

Siang itu aku berkenalan dengan seseorang. Utomo namanya, bekerja di sebuah bank syariah di jakarta. Lulusan Universitas Airlangga Surabaya tahun 94. Itu pengakuannya. Perkenalan kami tidak disengaja. Dengan tanpa menggunakan identitas yang jelas, ia memanggil manggil dan bertanya seolah ia telah lama mengenalku. Karena rasa penasaran, akhirnya ia kusapa juga. Mungkin salah satu temanku yang sengaja menyembunyikan jati dirinya dan ingin menggoda, begitu pikirku pada awalnya. Pikiran itu hilang ketika akhirnya kami berkenalan. Satu yang menjadi pertanyaan besar bagiku…bagaimana ia mengenalku. Instuisi saya kuat, begitu akunya. Ya, mbak….saya sangat mengerti sifat dasar mbak, sambungnya lagi. "Coba..!!" tantangku. "Keukeh….mbak orang yang memegang prinsip. Mbak akan mengejar terus sebelum mbak mendapat apa yang ingin didapat. Mbak nggak mau dibedakan. Penasaran… suka ngayal", jawabnya. Suka ngayal?", tanyaku. "Imajinasi mbak tinggi", sambungnya. "Betul nggak?", tanyanya untuk meyakinkan. "Nggak tahu juga,kan orang lain yang menilai",jawabku sekenanya. Dalam hati, aku sedikit membenarkan apa yang ia katakan. Tapi suka ngayal?, hm…gumanku dalam hati. Perkenalan terus berlanjut. Banyak pernyataan-pernyataannya tentang diriku yang sangat mengejutkan. Antara percaya dan tidak, hampir semua yang dikatakannya benar. Pikiranku mulai melayang. Teringat aku perkataan seorang ustadz bahwa setiap syetan suka memberikan bantuan pada teman-temannya untuk mendapatkan informasi. Apakah mungkin temanku ini seorang paranormal?. Belum terlontar pertanyaan itu, Utomo tiba-tiba berkata," saya bukan paranormal lho , mbak!". Subhanalloh….kok tau sih?", tanyaku. "Tau apa,Mbak?", tanyanya agak heran. "Aku baru mau tanya apa kamu itu paranormal?, Apa udah pernah dirukyah?", jawabku. Memang saat ini dunia paranormal ramai dibicarakan orang. Tayangan televisi tentang alam ghaib dan sejenisnya sangat marak di pertontonkan. Dan kebetulan juga saat itu aku sedang membaca buku "dialog dengan jin kafir". Klop!!. "Sedih, mbak….semua orang yang saya temui pasti berpikir seperti itu. Tapi sungguh saya bukan paranormal. Bahkan kemarin, baru saja saya membantu teman untuk dirukyah", agak sedih ia bercerita. Aku diam. Akhirnya aku memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan kami. Tapi lagi-lagi ia mengagetkan aku. "Tuh kan!", katanya. "Apa?", heran juga aku. "Mbak itu orangnya nggak fokus",katanya. "Maksudnya?". "Iya, mbak itu tidak bisa mengerjakan satu pekerjaan saja. Mbak senang melakukan lebih dari satu pekerjaan dalam satu waktu. Bosenan…!!",tambahnya lagi. Subhanallah…kalo itu memang benar. Aku akui, aku memang lebih senang mengerjakan lebih dari satu pekerjaan dalam satu waktu. Ketika masih kuliahpun, aku kuliah dobel. Selesai yang satu, aku ikut kursus tahsin dan berlanjut ke tahfidz. Tahsin aku jalani sambil kursus bahasa Arab di daerah tanah abang. Selesai tingkat menengah satu, aku langsung ikut kursus menjahit di daerah mampang sambil terus melanjutkan program hafalan. Dan itu aku jalani dengan senang hati walau agak lelah juga. "Mbak, harus lebih banyak mendengar", sambungnya. Hm…aku berguman. Aku? Harus belajar mendengar? Bukan sombong, tapi banyak teman menjadikanku sebagai teman curhat. Bukankah itu berarti bahwa aku akan lebih banyak mendengar? .Walau banyak teman yang curhat Mbak mendengar tidak fokus. Mbak, tidak hapal sejauh mana keadaan keluarga mereka atau permasalahan mereka. Bukan simpati mbak..tapi empati. Dalam hati aku teringat seorang teman DPRa ku…."…..aku simpati pulsa 100ribu"…. hehehe….., tersenyum aku. Coba deh mbak, ikut kursus mendengar", sarannya.
Sudah hampir satu jam aku di depan komputer. Mataku mulai lelah. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. Aku harus pamit. Jazakallahu khairan Katsiiran atas segala masukannya padaku. Sungguh saat ini memang aku sangat membutuhkannya. Tidak banyak teman yang mengatakan itu padaku. Entah karena ketidaktahuan mereka atau keengganan mereka padaku atau….atau….atau…aku tidak tau pasti. "Ada tausyiah lagi?" tanyaku sebelum aku beranjak dari komputer di depanku. Mbak suka baca?", tanyanya. Wah…..dapat buku gratis nih pikirku. "Ya", jawabku singkat. Coba baca buku totochan mbak, bagus…., perjalanan dua purnama dan perbaikilah dirimu dari imam Ghazali,tambahnya setelah sebelumnya aku menyebutkan tiga buah judul buku yang baru saja aku selesaikan. Hm..hilang deh harapanku dapat buku gratis…….., tapi paling tidak aku telah mendapatkan sebuah nuansa baru dalam hidupku. Aku tahu siapa diriku sehingga aku dapat mengintropeksi diri dan berubah ke arah yang lebih baik. Dengan suatu usaha tentunya. Usaha yang terus-menerus. Tahap demi tahap. InsyaAllah. Jazakallahu khairan katsiiraan Yaa Akhii. Jazakallahu, antum telah memberikan warna baru dalam hidup ini. Masih ada waktu untuk memperbaiki. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik bagi antum sekeluarga. Sampaikan salam pada istri dan anak-anakmu.
" Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yangada pada diri mereka sendiri" ( Ar ra’du:11 )
Jakarta,22 Januari 2004
Mar_ah
posted by Cahaya Di Atas Cahaya @ 10:54 PM   1 comments
 
About Me
Name: Ratna Sari
Home: Jakarta Selatan
Previous Post
Archives
Mutiara Kata


.:Nice Words:.
Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub kerana suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu.
(Sayidina Abu bakar)

Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan.
(Sayidina Abu Bakar)

Dia berkata kepada para sahabat,"Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah org yg paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!"
(Sayidina Abu Bakar)

Orang yang bakhil itu tidak akan terlepas daripada salah satu daripada 4 sifat yang membinasakan iaitu:
Ia akan mati dan hartanya akan diambil oleh warisnya, lalu dibelanjakan bukan pada tempatnya atau;
hartanya akan diambil secara paksa oleh penguasa yang zalim atau;
hartanya menjadi rebutan orang-orang jahat dan akan dipergunakan untuk kejahatan pula atau;
adakalanya harta itu akan dicuri dan dipergunakan secara berfoya-foya pada jalan yang tidak berguna
(Sayidina Abu Bakar)

Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
(Sayidina Umar bin Khattab)

Barangsiapa takut kepada Allah SWT nescaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
(Sayidina Umar bin Khattab)

Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.
(Sayidina Umar bin Khattab)

-Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya
-Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina
-Orang yang menyintai akhirat, dunia pasti menyertainya
-Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga
(Sayidina Umar bin Khattab)

Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, kerana sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

-Tiada solat yang sempurna tanpa jiwa yang khusyu'
-Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia
-Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur'an tanpa mengambil pangajaran daripadanya
-Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara'
-Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi
-Nikmat yang paling baik ialah nikmat yang kekal dimiliki
-Doa yang paling sempurna ialah doa yang dilandasi keikhlasan
-Barangsiapa yang banyak bicara, maka banyak pula salahnya, siapa yang banyak salahnya, maka hilanglah harga dirinya, siapa yang hilang harga dirinya, bererti dia tidak wara', sedang orang yang tidak wara' itu bererti hatinya mati
(Sayidina Ali Karamallahu Wajhah)

Antara tanda-tanda orang yang bijaksana itu ialah:
-Hatinya selalu berniat suci
-Lidahnya selalu basah dengan zikrullah
-Kedua matanya menangis kerana penyesalan (terhadap dosa)
-Segala perkara dihadapaiya dengan sabar dan tabah
-Mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia. (Sayidina Utshman bin Affan)

    by wdcreezz.com

    Name

    Email/URL

    Message

Links
Powered by

15n41n1

BLOGGER